Selasa, 22 November 2011

RD: Jangan Bosan Dukung Timnas

Jakarta - Masyarakat Indonesia harus kecewa lagi setelah timnas gagal meraih prestasi tertinggi di sebuah kejuaraan. Meski demikian, pelatih Rahmad Darmawan meminta publik tanah air tak bosan mendukung timnas.

Kegagalan terkini yang dialami timnas Indonesia terjadi di SEA Games XXVI. Di kandang sendiri, Gelora Bung Karno, timnas U-23 kalah adu penalti dari Malaysia di babak final.

Dengan kegagalan tersebut, berarti publik tanah air harus menunggu lebih lama lagi untuk bisa melihat timnas berjaya. Terakhir kali hal itu terjadi adalah 20 tahun lalu, saat Indonesia merebut emas sepakbola di SEA Games 1991 di Manila.

"Yang pasti (masyarakat) kecewa karena wajar ekspektasi yang begitu besar dan hasilnya harus seperti ini. Kita bisa sangat mengerti perasaan itu. Oleh karena itu, saya juga bisa sangat mengerti, apa yang harus saya lakukan," ungkap Rahmad seusai kekalahan dari Malaysia.

"Saya pikir, ini sebuah proses yang masih akan terus berlangsung. Mereka (masyarakat) mungkin harus segera kembali menunggu," imbuhnya.

"Saya hanya bisa berharap: jangan pernah bosan mendukung timnas. Membangun tim nasional itu tidak mudah," pinta Rahmad.

Timnas Gagal Lagi

Jakarta - Sebetulnya bukan kejutan. Terlebih di SEA Games. Indonesia lebih banyak gagal ketimbang berhasil. Realistis saja. Lebih dari satu dekade, timnas kita sudah menjadi bayang-bayang Thailand, Vietnam, Singapura dan sekarang Malaysia. Tidak lagi mendominasi.

Timnas selalu terlihat meyakinkan di awal. Seperti ketika Egi Melgiansyah dkk. melaju dari Grup A Sepakbola SEA Games 2011. Tapi itu tidak cukup karena diperlukan juga "bagus" di akhir. Hal itu juga dialami timnas senior asuhan Alfred Riedl di AFF 2010 lalu.

Terus terang, tim U23 saat ini hanya bagus dari sisi kegarangan serangan. Mungkin terbaik dari seluruh angkatan timnas Indonesia yang pernah saya tahu. Titus Bonai dan Patrich Wanggai punya naluri mencetak gol yang bagus. Sama seperti para pemain muda asal Papua lainnya. Begitu juga Boas Solossa ketika masih U23. Bisa jadi karena asahan tangan coach Rahmad Darmawan.

Tapi itu tidak cukup.

Indonesia belum bermain bola dengan benar. Maksudnya dengan pakem sepakbola yang semestinya. Bagaimana cara bertahan man to man dan zonal. Bagaimana pemain harus selalu berada di titik tertentu dalam situasi kehilangan bola. Bagaimana bergerak seirama saat kawannya tengah menguasai bola. Bagaimana pemain harus menjaga jarak dengan temannya tidak lebih dari 5 meter. Bagaimana berusaha merebut bola dari lawan, bagaimana membayangi lawan dan bagaimana-bagaimana lainnya.

Pendeknya, banyak pemain Indonesia yang belum paham bagaimana organisasi permainan sepakbola dijalankan. Padahal itu sangat mendasar. Karena setelah itu baru masuk dalam pembicaraan tahap lanjutan seperti skill individu, penggemblengan fisik, taktik dan strategi. Bermain sepakbola yang katanya simpel itu bukan hanya soal menendang, menyundul dan berlari.

Banyak pendukung Indonesia menilai tim U23 saat ini bagus. Lebih bagus dari seniornya. Mungkin saja. Tapi apa ukuran terminologi "bagus"? Apakah hanya karena menang atas Kamboja, Singapura yang 10 pemain dan Thailand yang 9 pemain? Kalau itu parameternya, tentu saja terlalu dini untuk menyebut "bagus". Atau jangan-jangan itulah level bagus bagi Indonesia. Dan kemudian mentok ketika bertemu lawan yang lebih bagus dan bermain sesuai pakem sepakbola universal.

Indonesia menang dalam 3 pertandingan awal karena lawannya kalah "garang" plus kemudian kehilangan pemain di sisa waktu. Tapi tanda bahwa Indonesia belum "bagus" bisa dilihat kala melawan Thailand di babak grup. Dengan 9 pemain, Thailand masih bisa menyerang sampai kotak penalti Indonesia. Itu berkat organisasi permainan yang sudah sesuai pakem. Lihat saja bagaimana bola lontaran dari area belakang Indonesia selalu bisa jatuh di kaki pemain Thailand. Karena Thailand menampatkan pemain-pemainnya di titik tertentu di mana bola akan lebih sering jatuh di sana.

Tak usah melihat bagaimana lapisan kedua U23 kita dibuat tak berdaya oleh Malaysia 1-0 di babak grup. Dengan gamblang kita bisa melihat lapisan pertama U23, ya Egi dan rekan-rekannya kemarin malam, juga dibuat kesulitan menciptakan gol ke gawang Malaysia. Determinasinya kurang matang. Bahkan pertahanan kita lebih sering kocar kacir saat Malaysia menyerang. Itu sebuah bukti para pemain belum memiliki pemahaman organisasi pertahanan yang seharusnya dilakukan.

Padahal kekuatan serangan Malaysia tidak lebih hebat dari Indonesia. Para pemainnya hanya perlu mencari tempat kosong supaya bisa mendapat bola dari kawannya. Entah bola silang mendatar atau terobosan. Malaysia U23 adalah tim dengan pola permainan defensif. Setidaknya mereka lebih suka menunggu bola dari pada aktif merebut bola lawan.

Banyak pengandaian lain dari pertandingan kemarin malam. Andai Patrich tidak individual, andai fisik lebih mumpuni dan andai andai lainnya.

Tetapi persoalannya, sekali lagi, bukan di situ.

Skuad U23 Indonesia rata-rata pemain cadangan di klubnya. Jam terbang kurang. Bahkan yang jam terbangnya banyak pun (baca: senior) tidak mendapat asupan organisasi permainan yang bagus dari pelatihnya di klub. Semua serba sporadis. Kita belum bicara fisik dan stamina yang sebenarnya tanggung jawab klub pula. Belum juga membahas skill bermain mereka yang "rusak" karena wasit di kompetisi Indonesia juga tidak kompeten menjalankan tugasnya.

Kelemahan lain dari timnas U23 kita adalah miskinnya improvisasi mereka. Aliran bola selalu terkesan "dipaksakan". Ketika mentok, lebih suka mengeksekusi sendiri. Berlama-lama menguasai bola di saat sudah ditekan oleh tiga pemain lawan. Mereka lupa bahwa mereka bukan Lionel Messi yang punya skill ajaib. Mereka alpa bahwa ada rekannya yang berdiri bebas menanti bola.

Belum lagi kebiasaan pemain Indonesia yang menerapkan umpan jauh dan direct. Itu memang kebisaan dan kebiasaan mereka. Bahkan di saat pelatih tidak meminta timnya memainkan itu. Ini bukti bahwa pemain kita miskin improvisasi karena terkebiri kompetisi.

Tapi ini juga bukan salah pemain semata. Kembali, ini muara kesalahan klub dan kompetisi di Indonesia yang tidak jelas wujudnya.

Indonesia akan sulit berprestasi jika masih mengandalkan pembinaan sporadis tanpa perencanaan dan kurikulum yang matang didasari analisa kelayakan. Di saat sepakbola Indonesia masih dikelola tanpa program yang jelas, lupakan saja soal juara di level Asean.

Namun apa boleh bikin, timnas tetap harus ada selama Indonesia masih berdiri. Upaya harus tetap dilakukan. Masyarakat tetap memberi dukungan membakar semangat. Tetapi pengelola jangan lupakan mengupayakan kompetisi yang layak.

Runyamnya, sangat sulit berharap kompetisi akan layak dan sehat ketika PSSI dan anggotanya (klub) justru tidak berpikir soal itu kecuali hanya bagi-bagi harta dan politik oligarki. Padahal timnas adalah muara kompetisi yang sehat dan konsisten.

Kegagalan timnas U23 bukan kesalahan pemain dan staf pelatih. Mereka sudah berjuang, bahkan melebihi kapasitasnya. Mereka gagal karena kesalahan kolektif yang terakumulasi. Malangnya, ini akut.

Selasa, 08 November 2011

Inilah Catatan Manajer Timnas U-23 Untuk Penampilan Garuda Muda


Kemenangan enam gol tanpa balas yang diraih para penggawa Timnas U-23 kala menjamu Timnas Kamboja, Senin (07/11) menyisakan catatan tersendiri bagi Roso Daras. Manajer Timnas U-23 ini mengaku ada beberapa hal yang harus diperbaiki oleh Skuadra Garuda Muda apabila ingin menjadi juara di ajang ini.

Menurut Roso, hal yang paling penting untuk dibenahi adalah performa lini belakang mereka. Dia beranggapan bahwa dalam laga melawan Kamboja ini, lini belakang Garuda Muda masih kerap terlambat dalam mengantisipasi serangan balik lawan.

"Di babak pertama, secara umum, kami bermain lebih baik dari mereka. Kami terus mengurung pertahanan mereka. Namun, justru Kamboja yang berhasil membobol gawang kami melalui permainan sederhana. Untunglah, gol tersebut dianulir karena wasit menganggap pemain Kamboja sudah terlebih dahulu berada dalam posisi offside," ungkap Roso.

"Kami sudah berulang kali mengingatkan para pemain, khususnya barisan pertahanan, agar tidak kehilangan fokus kala tim sedang melakukan penyerangan. Kami juga sudah mewanti-wanti para pemain untuk selalu saling melapisi kala pemain lawan melakukan serangan. Mungkin di laga ini, karena tegang baru pertama kali bermain di even resmi, para pemain lupa dengan hal-hal tersebut. Yang jelas, hal ini harus segera dibenahi apabila tim ingin berprestasi di ajang ini," sambungnya.

Lebih lanjut, mantan jurnalis ini juga menyoroti faktor mental anak asuhnya, yang beberapa kali kehilangan kontrol, sehingga merugikan tim. Roso mencontohkan, selebrasi berlebihan yang dilakukan oleh Skuadra Garuda Muda kala merayakan gol ke gawang Kamboja ternyata membuat Diego Michiels mengalami cedera.

"Kuku kaki Diego mengalami masalah karena selebrasi yang terlalu berlebihan. Namun, syukurlah hal ini tidak sampai dia cedera serius. Yang jelas, semoga di pertandingan-pertandingan ke depan, anak-anak bisa tampil lebih baik lagi," tandasnya.

Minggu, 30 Oktober 2011

DUKUNGAN KOMODO

Setelah Candi Borobudur gagal memasuki 7 Keajaiban Dunia Baru untuk kategori keajaiban dunia hasil budaya manusia (man made) pada tahun 2007 dalam hasil polling dunia oleh New 7 wonders, diikuti dengan tidak lolosnya Gunung Anak Krakatau dan Danau Toba untuk kategori keajaiban alam, sekarang tinggal Taman Nasional Komodolah satu-satunya tumpuan harapan Indonesia untuk melaju ke babak final masuk 7 besar dalam N7WS Of Nature (Keajaiban Dunia Baru Kategori Alam).
BERAGAM FAKTA TENTANG KEAJAIBAN TAMAN NASIONAL KOMODO

  • Taman Nasional Komodo yang berdiri 1980 merupakan satu-satunya wilayah konservasi dimana didalamnya terdapat habitat asli satwa purbakala endemik Komodo.
  • Selain Komodo terdapat 25 spesies hewan darat dan burung yang dilindungi, juga flora langka seperti Kayu hitam (Diospyros javanica) dan bayur (Pterospermum diversifolium).
  • Merupakan Situs Warisan Dunia dan Cagar Biosfir oleh UNESCO sejak tahun 1986
  • Kondisi alamnya unik, terdapat ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis,  ekosistem air laut, dan ekosistem savanna dalam satu wilayah Taman Nasional Komodo
  • Terdapat komunitas hutan mangrove/ bakau  yang berguna sebagai penghalang atau benteng fisik alami terhadap erosi dan akarnya menjadi tempat pembiakan dan daerah perlindungan bagi kepiting,udang dan moluska
  • Di kawasan ini anda dapat menjumpai 253 spesies terumbu karang yang merupakan salah satu pesona biota terindah didunia, ditambah lagi 1.000 spesies ikan yang menambah semarak panorama laut.
  • Bagi anda yang gemar berwisata bahari,  disini anda dapat berenang, snorkeling, menyelam atau pun berjemur menikmati keunikan hamparan pasir merah dengan bebatuan berwarna-warni yang luar biasa indah di Pink Beach, salah satu kawasan andalan di TNK. 
  • Anda dapat menjelajahi Goa Alam Batu Cermin sepanjang 200 meter dimana terdapat aneka rupa staglatit dan staglamit yang masih terpelihara dengan baik. Disini juga anda dapat menemukan sejumlah fosil terumbu karang dan penyu yang telah membatu. Fosil ini memberi isyarat bahwa Goa Batu Cermin merupakan bagian dari palung laut pada masa lampau. Dinamakan Batu Cermin karena batu-batunya memancarkan kemilau sinar yang sangat indah.
  • Di pulau Komodo terdapat sejumlah suku yang hidup berdampingan sejak ratusan tahun silam dengan reptil raksasa yaitu Suku Modo.
Dan masih banyak lagi keindahan dan keunikan Taman Nasional Komodo yang lain. Kini saatnya bagi anda untuk berpartisipasi mendukung kemenangan komodo dan habitatnya hingga mencapai peringkat teratas 7 Keajaiban Dunia Baru Kategori Alam (New 7 Wonders of Nature). 

Berbagai Cara Memilih KOMODO sebagai New 7 Wonders of Nature (7 Keajaiban Dunia Baru Kategori Alam)
VOTE MELALUI TELEPON ( TELEVOTING )
Info penting yang wajib diketahui!!
Untuk berjuang memenangkan KOMODO menjadi finalis 7 Keajaiban Dunia Baru kategori alam kita membutuhkan kurang lebih 120 juta suara. Oleh karena itu kirim dukungan Anda sebanyak-banyaknya melalui televoting ini sekarang juga!! Bagi yang telah memilih 100x dapat mendaftarkan nama yang akan diabadikan di Monumen Komodo sebagai saksi sejarah! 
Selain itu ada program yang tidak kalah menarik dan luar biasa!! Kami menantang Anda untuk membuat artikel/foto/film yang spektakuler tentang keajaiban komodo. Khusus bagi Anda yang akan mengirimkan karya berupa film, Anda dapat berpartisipasi mengirimkan karya Anda lebih dari satu film (maksimal 5 film dengan setting yang berbeda).
Setiap karya anda berupa artikel/foto/film tersebut akan diberikan kenang-kenangan spesial berupa satu buah T-Shirt bergambar Komodo dengan beragam tanda tangan dari para duta komodo.
Dan yang lebih penting, semua artikel/foto/film yang dikirimkan akan diseleksi oleh tim juri pendukung pemenangan komodo. Bagi Anda yang terpilih dan tercatat sebagai pemenang, nama Anda layak tercatat dalam Monumen Komodo.

KOMODO MEMBUTUHKAN DUKUNGAN ANDA!!

VOTE MELALUI WEB
  1. Masuk ke alamat url website new7wonder ini (kopi-paste alamat ini) :
    http://www.new7wonders.com/community/en/new7wonders/new7wonders_of_nature/voting
  2. pilih 7 lokasi alam, dan KOMODO salah satunya
    (usahakan jangan pilih pesaing berat komodo).
  3. Klik "continue to step 2"
  4. Isi data anda termasuk email

  5. Klik terima "term and condition"
  6. Isikan kode verifikasi sesuai gambar yang muncul di layar.
  7. Klik "register"
  8. Buka email anda
  9. Buka surat konfirmasi dari New7Wonder
  10. Klik link yang diberikan dalam email tersebut.
    Kalau berhasil, Anda akan masuk kehalaman step 5,
    yang menyatakan kalau voting yang Anda lakukan telah berhasil.
    Seperti pada gambar dibawah ini.

Senin, 24 Oktober 2011

Simoncelli Tewas di Sirkuit Sepang

DUNIA balap Moto-GP berduka. Pembalap Gresini Honda asal Italia, Marco Simoncelli, kemarin, tewas setelah mengalami kecelakaan saat berlomba di lap kedua Moto-GP Malaysia.

Insiden maut di Sirkuit Sepang itu berawal ketika motor Simoncelli tergelincir saat menikung. Malangnya, setelah terjatuh, ia tertabrak pembalap Colin Edwards (AS) dan disusul kemudian Valentono Rossi (Italia) yang berpacu di belakangnya.

Direktur medis Moto-GP Michele Macchiagodena mengungkapkan Simoncelli tewas akibat massive trauma di kepala, leher, dan dadanya. "Ketika staf medis kami tiba, dia sudah tidak sadar. Di ambulans, mereka mulai memberikan CPR (cardiac pulmonary resuscitation). Namun, semua itu sia-sia. Tepat pukul 16.56 (waktu Malaysia), dia dipastikan meninggal," ujar Macchiagodena.

Pihak penyelenggara Moto-GP Malaysia akhirnya memutuskan untuk membatalkan balapan setelah sebelumnya mengabarkan bahwa balapan akan dimulai lagi beberapa saat setelah jeda.

Tewasnya Simoncelli, 24, merupakan yang terburuk di Moto-GP sejak Daijiro Katoh, pembalap Gresini, yang meninggal dunia karena cedera pada perlombaan di Jepang pada 2003.

Pembalap yang lahirkan di Cattolica, 20 Januari 1987, itu menyudahi karier balap domestiknya dengan pindah ke tim Aprilia pada 2002. Saat itu, ia mengikuti kejuaraan grand prix kelas 125 cc.

Kemenangan pertama didapat pada 2004 setelah ia memulai balap dari pole position di GP Spanyol. Kemudian pada 2006, ia naik ke kelas 250 cc dan pindah ke Tim Gilera. Bersama tim ini, Simoncelli meraih gelar juara dunia pada 2008. Kepastiannya gelar juara itu setelah ia finis nomor tiga pada di Sirkuit Sepang.

Pada 2010 Simonelli pindah ke Moto-GP dengan membela Gresini Honda. Hasil terbaiknya merebut posisi kedua, saat Casey Stoner memastikan gelar juaranya di GP Australia pekan lalu.

Jumat, 07 Oktober 2011

Wim Puji Skuad Muda Timnas Indonesia

Hasil imbang tanpa gol yang diraih timnas Indonesia pada laga uji coba melawan Arab Saudi memunculkan secercah harapan jelang laga melawan Qatar.
Uji coba ini diadakan guna mempersiapkan pemain menghadapi laga kualifikasi Grup E Piala Dunia 2014 zona Asia melawan Qatar di Jakarta, Selasa (11/10/11).
Tampil tanpa sejumlah pilar seperti kiper Ferry Rotinsulu, gelandang Firman Utina dan penyerang Bambang Pamungkas, kiper I Made Wirawan dkk justru bermain lepas.
“Kami mencoba formasi dengan menurunkan pemain muda dan tampaknya mereka bisa menjalankan tugas dengan baik,” ujar Pelatih Timnas Indonesia, Wim Risjbergen, usai laga, Jumat (7/10/11).
"Ada banyak peluang mencetak gol, sayang gagal teruwujud. Tapi bukan itu tujuan akhir kami. Sebab, kami hanya ingin melihat sejauh mana permainan yang ditampilkan di lapangan. Laga hari ini cukup baik buat kami jelang menghadapi Qatar," lanjut Wim.
Namun Wim menegaskan bahwa susunan pemain yang diturunkan pada laga tersebut bukan formasi final, sejumlah perubahan akan terus dilakukan seiring perkembangan selama waktu persiapan yang tersisa.
"Pemain kami banyak yang sedang dalam proses penyembuhan. Karena itu, kami akan melihat lagi siapa saja yang akan tampil sebagai starter saat melawan Qatar. Intinya, semua pemain punya kesempatan yang sama," pungkas Wim.
Sementara itu, ketua umum PSSI Djohar Arifin yang datang langsung untuk memberikan dukungannya berharap Wim bisa semain menyempurnakan timnya selama waktu persiapan yang tersisa.
“Apa yang kurang segera ditutupi sehingga kita bisa melakoni laga berikut dengan baik. Masih ada empat sisa laga (kualifikasi zona Asia) yang akan dimainkan. Kita berharap bisa dilakoni dengan baik,” tandas Djohar yang tampak cukup gembira atas hasil imbang melawan Arab Saudi.
Timnas tampil dalam tempo sedang dan mampu bertahan dengan cukup disiplin. Namun Ahmad Bustomi dkk terlihat agak kesulitan dalam melakukan transisi dari bertahan menjadi menyerang dan sebaliknya.
Susunan Pemain Timnas Indonesia: I Made Wirawan; Zulkifly Syukur, Muhamad Roby, Hamka Hamsah, Supardi; Wahyu Wijiastanto, Ahmad Bustomi, Muhamad Ilham; Christian Gonzales, Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga

Senin, 03 Oktober 2011

Wim Rijsbergen Lakukan Aksi 'Silenzio Stampa'

Pelatih timnas senior Wim Rijsbergen melakukan aksi bungkam kepada media usai memimpin latihan hari pertama tim Garud di lapangan C Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (2/10).

Hal ini dilakukan Rijsbergen menyusul pemberitaan terkait timnas senior pasca dikalahkan Bahrain 2-0 di kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia awal September lalu.


 
Selepas latihan, Rijsbergen enggan diwawancarai wartawan. Kondisi ini berbalik 180 derajat dibandingkan sebelum laga menghadapi Bahrain. Saat itu, pelatih asal Belanda ini bersedia menjawab pertanyaan wartawan.

Rijsbergen juga mengingatkan wagar ofisial timnas tidak memberikan pernyataan mengenai kondisi tim nasional kepada media. Humas timnas senior Dessy Cristina menyatakan, Rijsbergen hanya bersedia memberikan keterangan dalam sesi konferensi pers.

Setelah dilakukan perundingan, akhirnya manajemen timnas menunjuk asisten pelatih Liestiadi untuk memberikan keterangan kepada wartawan. Namun, penjelasan itu hanya seputar masalah teknis latihan.